Tidak Ada Guru Khusus, Raih Tiga Besar TKA Matematika Se-Kukar
SMPN 6 Tenggarong membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Meski tidak memiliki guru Matematika khusus, sekolah yang berada di Desa Rapak Lampur, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil menembus tiga besar Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Matematika tingkat SMP negeri se-Kukar.Capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus mematahkan anggapan bahwa keberhasilan akademik hanya dapat diraih dengan dukungan sumber daya yang lengkap.
TENGGARONG β SMPN 6 Tenggarong membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Meski tidak memiliki guru Matematika khusus, sekolah yang berada di Desa Rapak Lampur, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil menembus tiga besar Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Matematika tingkat SMP negeri se-Kukar.
Capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus mematahkan anggapan bahwa keberhasilan akademik hanya dapat diraih dengan dukungan sumber daya yang lengkap. Berkat kerja sama seluruh tenaga pendidik dan penerapan program penguatan numerasi secara berkelanjutan, siswa SMPN 6 Tenggarong mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Kukar.
Kepala SMPN 6 Tenggarong, James Marpaung, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih merupakan buah dari komitmen seluruh warga sekolah dalam membangun budaya belajar yang kuat.
βKalau untuk Matematika, kami memang tidak memiliki guru bidang studi khusus. Namun, berkat kerja sama seluruh guru dan program yang kami jalankan, hasilnya sangat membanggakan. Kami bisa masuk tiga besar TKA Matematika tingkat SMP negeri se-Kukar,β ujarnya.
James menjelaskan, pembelajaran Matematika selama ini dilakukan secara kolaboratif oleh guru dari berbagai mata pelajaran, seperti IPA, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan Informatika. Selain itu, sekolah mengintegrasikan kemampuan numerasi ke dalam berbagai aktivitas pembelajaran agar siswa terbiasa berpikir logis dan menggunakan konsep berhitung dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam, misalnya, siswa diajarkan menghitung zakat dan infak. Sementara pada mata pelajaran olahraga, mereka mempelajari pengukuran dan perhitungan luas lapangan. Berbagai materi lain juga dikaitkan dengan konsep transaksi, perhitungan, dan pemecahan masalah yang melibatkan numerasi.
Budaya numerasi bahkan diterapkan di luar ruang kelas. Saat peringatan Hari Kemerdekaan, sekolah lebih banyak mengadakan perlombaan yang mengandung unsur berpikir dan berhitung dibandingkan lomba hiburan semata.
βKalau lomba makan kerupuk atau pecah balon, unsur pembelajaran numerasinya tidak ada. Karena itu kami lebih banyak membuat kegiatan yang bisa melatih kemampuan berpikir dan berhitung siswa,β katanya.
Tak hanya berprestasi dalam bidang numerasi, SMPN 6 Tenggarong juga berhasil menembus lima besar nilai TKA Bahasa Indonesia tingkat SMP negeri se-Kukar. Prestasi tersebut didukung oleh program literasi rutin yang dilaksanakan setiap pekan melalui kegiatan Literasi Bersama.
Dalam kegiatan tersebut, siswa membaca buku sesuai tema yang ditentukan, kemudian diminta memaparkan kembali isi bacaan menggunakan bahasa mereka sendiri. Program ini dinilai efektif meningkatkan kemampuan memahami, menganalisis, dan menyampaikan informasi.
James mengungkapkan bahwa saat pertama kali memimpin sekolah tersebut tiga tahun lalu, capaian numerasi masih berada pada kategori merah, sedangkan literasi berada pada kategori kuning berdasarkan rapor pendidikan sekolah. Melalui berbagai program penguatan yang dilakukan secara konsisten, kedua indikator itu kini meningkat hingga mencapai kategori hijau.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa setiap siswa memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan yang sama dan lingkungan belajar yang mendukung.
βKami tidak memetakan mana siswa unggul akademik dan mana yang nonakademik. Yang terpenting, semua anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi demi kemajuan sumber daya manusia,β pungkasnya.
Penulis: Alexa
Berita Terkait
Pemanfaatan Lahan Produktif Polresta Samarinda Dongkrak Hasil Panen, Perkuat Swasembada Pangan
Kritik Gaya Hidup Jakarta: Tips Atasi Culture Shock Perantau Samarinda