HIPKA Kaltim Satukan Kekuatan Pengusaha Lokal, Delapan MoU Jadi Langkah Awal Rebut Peluang Ekonomi Daerah
Daerah

HIPKA Kaltim Satukan Kekuatan Pengusaha Lokal, Delapan MoU Jadi Langkah Awal Rebut Peluang Ekonomi Daerah

Grace 18 June 2026 10 tayangan
Ringkasan Berita

Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui pembangunan ekosistem bisnis yang terintegrasi dan kolaboratif. Komitmen tersebut ditandai melalui pelantikan pengurus HIPKA Kaltim, forum bisnis, serta penandatanganan delapan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra strategis di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Rabu (17/6/2026).Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Bisnis Pengusaha Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi Kalimantan Timur”, kegiatan tersebut mempertemukan pelaku usaha, akademisi, lembaga pembiayaan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah di tengah momentum pembangunan yang terus berkembang.Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Kalimantan Timur, Salman Farisi, mengatakan pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan besar karena tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.Menurutnya, lebih dari 90 persen kebutuhan pembangunan saat ini masih dipenuhi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi.“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengusaha lokal untuk membangun kemandirian ekonomi daerah.

Iklan

SAMARINDA– Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui pembangunan ekosistem bisnis yang terintegrasi dan kolaboratif. Komitmen tersebut ditandai melalui pelantikan pengurus HIPKA Kaltim, forum bisnis, serta penandatanganan delapan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra strategis di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Rabu (17/6/2026).


Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Bisnis Pengusaha Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi Kalimantan Timur”, kegiatan tersebut mempertemukan pelaku usaha, akademisi, lembaga pembiayaan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah di tengah momentum pembangunan yang terus berkembang.


Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Kalimantan Timur, Salman Farisi, mengatakan pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan besar karena tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.


Menurutnya, lebih dari 90 persen kebutuhan pembangunan saat ini masih dipenuhi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi.


“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengusaha lokal untuk membangun kemandirian ekonomi daerah. Kita harus mulai membangun ekosistem usaha dari hulu hingga hilir agar kebutuhan pembangunan dapat dipenuhi oleh pelaku usaha sendiri,” ujar Salman.


Ia menegaskan, pelantikan pengurus HIPKA bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi awal komitmen organisasi untuk hadir sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Menurut Salman, hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berbagai proyek pembangunan berskala besar harus menjadi momentum bagi pengusaha lokal untuk mengambil peran lebih besar.


“Pengusaha lokal tidak boleh hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Kita harus menjadi pelaku utama dan menjadi tuan rumah dalam rantai pasok dan pembangunan daerah,” tegasnya.


Selain memperkuat pelaku usaha yang sudah berjalan, HIPKA juga menargetkan lahirnya generasi wirausaha baru melalui penguatan semangat kewirausahaan kepada pelajar dan mahasiswa.


“Kita ingin mengubah pola pikir dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan pekerjaan. Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya,” lanjutnya.


Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Arif Rahman Hakim, mengatakan rangkaian pelantikan dan forum bisnis tahun ini juga menghasilkan langkah konkret berupa penandatanganan delapan nota kesepahaman bersama mitra strategis.


Dari total 10 mitra yang direncanakan, delapan di antaranya telah melakukan penandatanganan kerja sama sebagai bentuk komitmen memperluas jejaring dan mempercepat terbentuknya ekosistem bisnis yang lebih kuat.


“Terima kasih kepada seluruh mitra yang telah bersinergi bersama HIPKA. Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan kemitraan dan memperkuat ekosistem bisnis di Kalimantan Timur,” kata Arif.


Ia menjelaskan, penguatan ekosistem bisnis tidak hanya dilakukan melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui forum diskusi yang menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas strategi peningkatan kapasitas pengusaha lokal.


Menurut Arif, sinergi antara pelaku usaha, perguruan tinggi, sektor perbankan, dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.


Dalam kesempatan itu, HIPKA Kaltim juga menyatakan kesiapan mengambil peran dalam agenda organisasi tingkat nasional, termasuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPKA Pusat mendatang.


Ke depan, HIPKA menargetkan pembangunan ekosistem bisnis berbasis kebutuhan daerah yang mencakup sektor pertanian, perikanan, perkebunan, energi, kesehatan, pendidikan, jasa konstruksi, logistik, pariwisata hingga ekonomi kreatif.


Melalui kolaborasi yang semakin luas dan dukungan lintas sektor, HIPKA optimistis pengusaha lokal mampu naik kelas dan menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang inklusif dan berkelanjutan.


Penulis: GB