Paradoks IPM Kaltim 2025: Indeks Tinggi Namun Partisipasi Sekolah Rendah
Lainnya

Paradoks IPM Kaltim 2025: Indeks Tinggi Namun Partisipasi Sekolah Rendah

Dan 2 May 2026 2 tayangan
Ringkasan Berita

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 melampaui rata-rata nasional di Samarinda, namun capaian ini menyimpan paradoks besar karena tingkat partisipasi sekolah masyarakat justru masih tergolong rendah.Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, mengakui bahwa di balik angka statistik yang tampak gemilang secara regional tersebut, masih terdapat persoalan mendasar pada akses pendidikan yang belum tuntas terselesaikan.Ketimpangan antara tingginya angka indeks dengan realita partisipasi sekolah menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Kaltim belum sepenuhnya inklusif dan belum menjangkau seluruh lapisan usia didik secara merata.Kondisi ini menjadi kritik tajam bagi pemerintah daerah agar tidak hanya terjebak pada euforia angka administratif, melainkan segera memprioritaskan pembenahan infrastruktur dan aksesibilitas pendidikan yang nyata.

Iklan

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 melampaui rata-rata nasional di Samarinda, namun capaian ini menyimpan paradoks besar karena tingkat partisipasi sekolah masyarakat justru masih tergolong rendah.

Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, mengakui bahwa di balik angka statistik yang tampak gemilang secara regional tersebut, masih terdapat persoalan mendasar pada akses pendidikan yang belum tuntas terselesaikan.

Ketimpangan antara tingginya angka indeks dengan realita partisipasi sekolah menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia di Kaltim belum sepenuhnya inklusif dan belum menjangkau seluruh lapisan usia didik secara merata.

Kondisi ini menjadi kritik tajam bagi pemerintah daerah agar tidak hanya terjebak pada euforia angka administratif, melainkan segera memprioritaskan pembenahan infrastruktur dan aksesibilitas pendidikan yang nyata.