Sekolah Rakyat Cetak Generasi Berani Bermimpi, Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Daerah

Sekolah Rakyat Cetak Generasi Berani Bermimpi, Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Grace 20 June 2026 51 tayangan
Ringkasan Berita

Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dinilai menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Selain memberikan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, program ini juga mulai menunjukkan perubahan pada pola pikir dan karakter peserta didik.β€Žβ€ŽHal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur, Armin, saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda, Sabtu (17/6/2026).β€Žβ€ŽArmin mengatakan, tujuan utama Sekolah Rakyat adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.β€Žβ€Ž"Fokus Sekolah Rakyat ini memang untuk memutus kemiskinan.

Iklan

SAMARINDA- Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dinilai menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Selain memberikan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, program ini juga mulai menunjukkan perubahan pada pola pikir dan karakter peserta didik.

β€Ž

β€ŽHal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur, Armin, saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda, Sabtu (17/6/2026).

β€Ž

β€ŽArmin mengatakan, tujuan utama Sekolah Rakyat adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

β€Ž

β€Ž"Fokus Sekolah Rakyat ini memang untuk memutus kemiskinan. Anak-anak yang selama ini hidup dalam keterbatasan harus diberikan kesempatan belajar yang sama supaya nanti mereka bisa mengubah kondisi keluarganya," kata Armin.

β€Ž

β€ŽArmin menjelaskan, dari sisi kurikulum dan proses pembelajaran, Sekolah Rakyat tidak berbeda dengan sekolah formal lainnya. Namun, tantangan yang dihadapi tenaga pendidik jauh lebih besar karena banyak siswa yang memerlukan pendampingan sejak awal untuk membangun kesiapan belajar.

β€Ž

β€Ž"Kalau materi pembelajarannya sama, tetapi tantangannya berbeda. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga harus membangun kepercayaan diri dan kesiapan anak untuk belajar," jelasnya.

β€Ž

β€ŽArmin menuturkan, Ia menilai perkembangan para siswa cukup menggembirakan. Menurutnya, perubahan paling terlihat adalah keberanian siswa untuk tampil dan memiliki cita-cita yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan.

β€Ž

β€Ž"Sekarang kita lihat mereka sudah berani tampil dan percaya diri. Padahal sebelumnya mungkin banyak yang belum pernah berpikir tentang cita-cita mereka. Itu perkembangan yang sangat baik," tuturnya.

β€Ž

β€ŽIa menegaskan, terkait kelulusan Sekolah Rakyat dipastikan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

β€Ž

β€Ž"Ijazahnya diakui karena ini sekolah formal. Jadi anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan seperti lulusan sekolah lainnya," tegasnya.

β€Ž

β€ŽDi sisi lain, Disdikbud Kaltim masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga pendidik, khususnya guru Pendidikan Agama dan Bimbingan Konseling (BK). Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak.

β€Ž

β€Ž"Semua guru sekarang juga dipersiapkan untuk bisa mendampingi anak-anak layaknya guru BK. Untuk guru agama, kami bisa bekerja sama dengan tokoh agama atau pihak luar agar kebutuhan pembelajaran tetap terpenuhi," ungkap Armin.

β€Ž

β€ŽSementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda, Rabiatul Adawiyah, mengakui perubahan yang paling dirasakan selama satu tahun terakhir adalah tumbuhnya semangat dan harapan baru di kalangan peserta didik.

β€Ž

β€Ž"Dulu banyak anak yang bahkan belum punya cita-cita. Kalau ditanya mau jadi apa, mereka bingung. Sekarang mereka sudah mulai berani bermimpi dan punya tujuan yang ingin dicapai," akuinya.

β€Ž

β€ŽMenurut Rabiatul, perubahan tersebut tidak lepas dari proses pendampingan yang dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pembelajaran di kelas maupun pembinaan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

β€Ž

β€ŽSaat memasuki masa libur sekolah, para siswa juga dibekali jurnal kegiatan agar kebiasaan baik yang telah dibangun di sekolah tetap diterapkan di lingkungan keluarga.

β€Ž

β€Ž"Kami ingin anak-anak tidak berhenti belajar saat di rumah. Lewat jurnal kegiatan itu, mereka bisa menerapkan kebiasaan baik dan menjadi contoh sederhana bagi keluarganya," paparnya.

β€Ž

β€ŽDalam aspek akademik, sekolah juga menerapkan evaluasi berdasarkan kesiapan belajar siswa. Mereka yang belum memenuhi kompetensi tidak dipaksakan naik kelas, tetapi mendapatkan pembinaan lanjutan.

β€Ž

β€Ž"Kami tidak mengejar sekadar naik kelas. Yang kami utamakan adalah kesiapan anak. Kalau memang belum siap, kami dampingi sampai benar-benar mampu mengikuti pembelajaran berikutnya," tutup Rabiatul.

β€Ž

β€ŽPenulis: GB