Benarkah RI Menuju Krisis 1998? Simak Analisis Kritis Ekonom Bank Permata
Ekonomi & Bisnis

Benarkah RI Menuju Krisis 1998? Simak Analisis Kritis Ekonom Bank Permata

Dan 6 June 2026 10 tayangan
Ringkasan Berita

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memberikan analisis kritis mengenai bayang-bayang krisis moneter 1998 yang kembali menghantui stabilitas ekonomi Indonesia di Jakarta baru-baru ini.Ia menyoroti kerentanan sektor perbankan dan lonjakan inflasi yang pernah menjadi faktor utama lumpuhnya fondasi ekonomi negara pada masa lalu.Pemerintah dan otoritas moneter kini diuji untuk tidak mengulangi kesalahan fatal yang memicu kolapsnya sistem keuangan secara sistemik.Kekhawatiran publik kian mencuat karena indikator ekonomi saat ini mulai menunjukkan tekanan nyata yang memerlukan pengawasan ekstra ketat agar tidak tergelincir ke jurang resesi.Meskipun fundamental diklaim tetap terjaga, sejarah membuktikan bahwa ketidaksiapan menghadapi guncangan global bisa memicu kepanikan massal di pasar finansial.Pernyataan Josua Pardede ini menjadi alarm keras bagi pengambil kebijakan untuk lebih transparan dan waspada dalam mengelola risiko inflasi tinggi yang mengancam daya beli masyarakat.

Iklan

JAKARTA - Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memberikan analisis kritis mengenai bayang-bayang krisis moneter 1998 yang kembali menghantui stabilitas ekonomi Indonesia di Jakarta baru-baru ini.

Ia menyoroti kerentanan sektor perbankan dan lonjakan inflasi yang pernah menjadi faktor utama lumpuhnya fondasi ekonomi negara pada masa lalu.

Pemerintah dan otoritas moneter kini diuji untuk tidak mengulangi kesalahan fatal yang memicu kolapsnya sistem keuangan secara sistemik.

Kekhawatiran publik kian mencuat karena indikator ekonomi saat ini mulai menunjukkan tekanan nyata yang memerlukan pengawasan ekstra ketat agar tidak tergelincir ke jurang resesi.

Meskipun fundamental diklaim tetap terjaga, sejarah membuktikan bahwa ketidaksiapan menghadapi guncangan global bisa memicu kepanikan massal di pasar finansial.

Pernyataan Josua Pardede ini menjadi alarm keras bagi pengambil kebijakan untuk lebih transparan dan waspada dalam mengelola risiko inflasi tinggi yang mengancam daya beli masyarakat.