Kutai Timur Kejar Target PBB Rp30 Miliar: Sinergi atau Formalitas?
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp30 miliar pada tahun ini melalui penguatan sinergi antardinas di Sangatta, demi menambal kebocoran potensi pendapatan yang selama ini belum optimal.Langkah koordinasi ini dinilai mendesak mengingat besarnya potensi PBB yang kerap luput dari pendataan akibat koordinasi birokrasi yang masih tersekat-sekat antarinstansi terkait.Namun, sekadar penguatan sinergi di atas kertas tidak akan cukup tanpa adanya perbaikan basis data wajib pajak secara fundamental dan transparansi dalam penagihan di lapangan.Publik kini menanti apakah kolaborasi ini mampu mendongkrak realisasi PAD secara signifikan atau hanya menjadi seremoni birokrasi rutin tanpa dampak nyata bagi pembangunan daerah.
SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp30 miliar pada tahun ini melalui penguatan sinergi antardinas di Sangatta, demi menambal kebocoran potensi pendapatan yang selama ini belum optimal.
Langkah koordinasi ini dinilai mendesak mengingat besarnya potensi PBB yang kerap luput dari pendataan akibat koordinasi birokrasi yang masih tersekat-sekat antarinstansi terkait.
Namun, sekadar penguatan sinergi di atas kertas tidak akan cukup tanpa adanya perbaikan basis data wajib pajak secara fundamental dan transparansi dalam penagihan di lapangan.
Publik kini menanti apakah kolaborasi ini mampu mendongkrak realisasi PAD secara signifikan atau hanya menjadi seremoni birokrasi rutin tanpa dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Berita Terkait
SAR Bali Pastikan Evakuasi KMP Putri Yasmin Selesai, Keamanan Kapal Disorot
Peresmian Paviliun Sodik Mudjahid PUSDAI Jabar: Antara Simbol Pengabdian dan Tantangan Profesionalisme