David da Vinci: Bocah Jenius IQ Einstein dan Kritik Eksploitasi Anak
David Camacho, bocah sepuluh tahun asal Meksiko yang dijuluki 'David da Vinci', memicu perdebatan publik setelah memberikan ceramah di berbagai universitas dan lembaga internasional karena memiliki skor IQ yang diklaim melampaui Albert Einstein.
MEXICO CITY - David Camacho, bocah sepuluh tahun asal Meksiko yang dijuluki 'David da Vinci', memicu perdebatan publik setelah memberikan ceramah di berbagai universitas dan lembaga internasional karena memiliki skor IQ yang diklaim melampaui Albert Einstein.
Langkah David yang kini bersiap menerbitkan buku dan mengembangkan aplikasi anti-perundungan berdasarkan pengalaman pahitnya di sekolah memunculkan kritik mengenai besarnya beban psikologis serta risiko eksploitasi terhadap anak berbakat di bawah sorotan media global.
Meskipun solusi teknologi yang ia tawarkan untuk mengatasi bullying terdengar inovatif, ketergantungan pada aplikasi digital untuk menyelesaikan masalah sosial yang kompleks justru dikhawatirkan mengabaikan pentingnya intervensi psikologis yang lebih mendalam bagi anak-anak.
Fenomena ini menuntut evaluasi kritis apakah pencapaian akademik yang sangat prematur tersebut benar-benar mendukung perkembangan mental sang anak atau sekadar menjadi ajang pamer kecerdasan kognitif di atas kematangan emosionalnya.
Berita Terkait
TikTok Masih Jadi Media Sosial Paling Viral di Indonesia, Instagram dan YouTube Mendominasi
Disdikbud Kukar Sebut Guru Honorer Masih Dibutuhkan Atasi Kekurangan Tenaga Pendidik